
The more you learn, the more you earn..
Inilah mengapa, meski tidak lagi mengikuti perkuliahan. Semangat untuk belajar tidak boleh berhenti.
Kemauan untuk terus belajar juga menandakan bahwa kita adalah individu yang senantiasa siap bertumbuh, menjadi kompeten, dan kompetitif.
Banyak platform di internet yang menyediakan konten edukasi dari berbayar hingga gratis, tidak hanya ilmu yang didapat melainkan juga sertifikat yang bisa kamu claim, walaupun kebanyakan yang saya temukan kita harus membayar untuk claim sertifikat tersebut meski course-nya gratis. Ya, setidaknya sertifikat tersebut nantinya dapat kamu lampirkan di CV.
lalu apa saja platform yang bisa kita ikuti ?
oke, sebelum menguraikannya. saya mau disclaimer dulu. Jadi karna saya menulisnya di blog pribadi, saya harap kamu dapat memaklumi penyajian tulisanya yang berbentuk narasi bukan listicle seperti di IDNTimes misalnya. Namun saya tetap akan berusaha menyajikan konten yang informatif buat pembaca blog saya. jadi simak sampai akhir ya..
Pertama, kita bisa memilih untuk mengikuti course di luar negeri atau dalam negeri.
Nah kalo di luar negeri, platform MOOC yang punya pengguna terbesar di dunia adalah Coursera dan edX. saya menggunakan keduanya.
-di Coursera saya mengambil materi tentang programming. dimulai dari materi yang basic sekali yaitu Programming for Everybody (Getting Started with Python) dari University of Michigan. alasan saya mengambil materi ini karna saya memang ingin belajar menjadi Data Scientist khususnya untuk bidang geospasial (sederhananya pemetaan). Kenapa memilih bahasa pemograman Python ? alasan pertama adalah cocok untuk beginner, bahasa nya cenderung simple. alasan kedua karena banyak digunakan oleh developer aplikasi pemetaan termasuk yang berbasis web yang menggunakan bahasa ini, seperti Kepler.gl dari Uber.

saya juga menyarakan teman-teman untuk mulai belajar programming (update 2025 : AI bisa gantikan programmer). karna kedepanya kemampuan ini akan sangat dibutuhkan. tidak harus menjadi developer suatu aplikasi, minimal bisa menggunakan aplikasi (user) yang ada dan memanfaatkan tool analysis open source yang biasanya dibagikan oleh peneliti lewat git.hub. jadi keren kan kalo kamu bisa membuat visualisasi peta atau metode analisis yang lebih advance dari orang lain yang mana kebanyakan orang hanya menggunakan tool standar atau bawaan dari software. Metode analisis yang inovatif ini bisa jadi ide untuk membuat penelitian (paper).
-tidak hanya itu alasan saya menyarankan teman-teman belajar programing atau data science. Teman-teman tentu tahu revolusi industri, betul ? kalo melihat alur revolusi industri, kita sedang bertransformasi dari era digital ke era AI (Revolusi Indstri 4.0).

-di era 4.0 ini, paling tidak coba kamu kuasai satu bahasa pemograman untuk membuat atau memodifikasi suatu machine learning agar membantu pekerjaan kita.
oke detail tentang programming ini akan saya tulis di artikel lain ya, saya juga masih newbie. setidaknya kamu tau dulu urgensinya kenapa saya komitmen memilih course ini.
selanjutnya masih dari platform luar negeri yaitu edX. saya tau platform ini sejak tahun lalu. sebenarnya mirip-mirip saja dengan Cousera, tapi buat geografer seperti saya, menemukan materi tentang geografi dan yang berkaitan dengannya lebih banyak pilihannya di edX. mungkin belum tentu benar karna saya belum banyak explore Coursera. dan di edX ini disajikan subtitle yang lebih dinamis, secara visual kita juga bisa menonton video sambil melihat subtitle nya. sedikit berbeda dengan di coursera yang posisinyya atas bawah.
selanjutnya platform dari dalam negeri. mungkin yang paling advance menurut saya adalah IndonesiaX dan Skill Academy. untuk skill Academy dari Ruang Guru ini sudah cukup populer jadi tidak perlu saya jelaskan dulu. Mungkin akan saya tuliskan di artikel yang lain, karna tahun lalu saya sempat menikmati platform tersebut secara gratis.
-yang ingin saya review kali ini adalah IndonesiaX. saya sudah bergabung di platform ini sejak tahun 2016. jadi bisa dibilang materi yang disajikannya tentunya sudah sangat beragam sekali. sebenarnya tanpa harus mendaftar kita bisa menikmati kontennya di Youtube. namun kamu tidak akan bisa mengikuti test dan klaim sertifikatnya, untuk sertifikat tersebut bisa kamu claim seharga 250 ribu. Lumayan juga ya klo ternyata kamu mengambil banya course di sini.
-di platform ini saya sedang mengambil materi SDG's dari Prof. Emil Salim seperti yang bisa kamu lihat pada gambar di atas. saya mulai tertarik dengan pemikiran beliau ketika mendengarkan podcast dari pak Gita Wirjawan. Saya juga baru tau kalo masa kecil Prof. Emil Salim ini dihabiskan di Kalimantan Selatan. tidak heran jika pemikirannya match dengan yang saya pikirkan, khususnya atensi saya pada pengembangan sektor perikanan di Kalimantan. saya pernah menulis paper tentang sektor perikanan ini yang telah diterbitkan oleh jurnal fakultas saya tahun 2018.
nah, selain platform di atas, kamu juga bisa memanfaatkan sosial media untuk menambah insight mu, seperti Youtube. namun terkadang cukup membingungkan karna tidak ada kurikulum yang terstruktur seperti di platform MOOC tadi, mungkin ada sedikit konten kreator yang membuat semacam playlist gitu. Youtube adalah sosial media yang lebih cenderung pada entertaiment jadi jangan terlalu berharap dengan konten edukasi di sini.
tapi ada ko channel edukasi yang keren di youtube.. spt. Kok Bisa dan Inspect History, saya mention dua channel ini karna visualisasinya yang memang oke dan materinya mudah dicerna.
ngomong-ngomong soal konten tutorial di youtube, saya salut sama orang India, banyak konten tentang aplikasi yang diulas oleh mereka, termasuk cara install aplikasi bajakan :v. tapi penjelasanya mereka memang mudah dicerna. saya jadi ingat Channel Khan Academy, dari konten kreator India juga yang dikagumi oleh Bill Gates hingga Elon Musk.
Seharusnya para dosen dan guru kita bisa seperti itu.. bagaimana membuat pelajaran menjadi disukai oleh murid-muridnya. Karna pada dasarnya tidak ada pelajaran yang membosankan yang ada adalah pengajar yang ...... (tambahin sendiri :))
Kegiatan 'mengajar' itu disebut efektif ketika semakin banyak yang diajarkan kepada kita, maka kita akan semakin tercerahkan, semakin paham, semakin banyak tahu. Bukan malah semakin bingung. Kadang saya heran, masih ada kelas yang seperti itu. Bukannya membuat siswanya semakin cerdas, tapi malah membuat mereka merasa ragu pada kemampuan intelektualnya. Bukankan para pengajarnya itu sudah terlatih bertahun-tahun untuk mengajar.
Syukur saya masih menemukan guru-guru atau dosen yang benar-benar 'mencerdaskan' murid-muridnya. Saya selalu ingat mereka. Satu hal yang mereka tunjukkan bahwa mengajar itu adalah mentransfer-kan pengetahuan bukan memamerkan intelektualitas.
Oke sekian artikel hari ini, semoga kamu tertarik untuk mencoba kelas-kelas MOOC tadi, agar kamu tetap produktif. Semangat.