
وَقَلِيلٌ مِّنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ....
“…Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih.” (QS. Saba'[34]: 13)
Teramat banyak nikmat yang kita terima dari Allah, namun kecil sekali rasa syukur kita.
Satu cerita dari buku berjudul 'Indahnya menjadi Kekasih Allah' yang ditulis oleh Amr Khaled dari Mesir mengingatkan saya akan satu nikmat yang sering kali kita lupakan, yaitu 'nikmat iman'.
Pada hlm 46 dari buku ini disebutkan bahwa seorang sufi yang sangat zuhud bernama Ukhtu Basyar al Hafy pernah bercerita :
“Suatu malam, datanglah saudaraku yang bernama Basyar ke rumahku. Ketika hendak masuk, tiba-tiba saja ia terdiam di depan pintu dengan satu kaki sudah masuk ke dalam rumah dan kaki yang lain masih berada di luar. Dia terus berada dalam keadaan seperti itu hingga pagi menjelang. Aku pun menanyainya, ‘Wahai Saudaraku, apa gerangan yang menjadikan engkau terdiam begini ?’ Jawabnya, ‘Tiba-tiba, aku teringat orang-orang Nasrani, Yahudi, Majusi, dan diriku sendiri karena namaku adalah Basyar (Orang/Manusia, pent.) lalu, aku berkata pada diriku sendiri, ‘Apa sebenarnya yang menjadikan Allah mengkhususkan aku dari mereka sehingga bisa memeluk Islam? Aku mengingat semua kebaikan yang Dia anugerahkan kepadaku, dan aku bersyukur karena Dia memberiku hidayah untuk masuk Islam, dan Dia memakaikan padaku pakaian yang dipenuhi cinta kepadaNya.’” (Ibnu Katsir, al Bidayah wa al Nihayah: X/311).
Perlu kita pahami bahwa Allah tidak butuh dengan keislaman kita, tapi kitalah yang butuh itu, dalam konteks ini iman adalah sebuah nikmat dari Tuhan.
Saat membaca salah satu ayat dalam Surah Al-Hujurat yakni ayat 17, ayat ini seolah berbicara pada saya dan mengingatkan diri yang saat ini berstatus sebagai pengurus di lembaga dakwah kampus agar menjadi muslim yang sadar diri. berikut Firman-Nya :
قُل لَّا تَمُنُّوا۟ عَلَىَّ إِسْلَٰمَكُم ۖ بَلِ ٱللَّهُ يَمُنُّ عَلَيْكُمْ أَنْ هَدَىٰكُمْ لِلْإِيمَٰنِ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ . . .
... Katakanlah: "Janganlah kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah, Dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar". (QS. Al-Hujurat'[49]: 17).
ingat ya, bukan Islam yang butuh kita tapi kitalah yang butuh Islam. Jika Allah berkehendak maka Ia bisa saja memilih hambanya yang lain untuk menyampaikan ayat-ayatnya.
***
Terimakasih Tuhan.. atas segala nikmat-Mu. Semoga kami selalu dan tetap menjadi bagian dari hamba-hambamu yang sedikit itu.