Sunday, 21 June 2026
10 November 2020 · 2 menit baca

'10 November' di Indonesia

(Tulisan dalam blog ini, dipublikasikan juga pada caption postingan peringatan hari pahlawan di akun @ukkiunnes)

Selamat memperingati Hari Pahlawan

Peringatan hari pahlawan tidak terlepas dari peristiwa sejarah pertempuran di Surabaya pada 10 November 1945, pertempuran pertama dan terbesar bagi Indonesia setelah bangsa ini memproklamasikan kemerdekaannya.

Momen ini menggugah kesadaran kita bahwa mempertahankan kemerdekaan membutuhkan perjuangan yang besar. Para pahlawan kita telah mengorbankan segenap jiwa dan raganya untuk bangsa ini.

Nilai-nilai patriotik dan rela berkorban tersebut perlu kita aktualisasikan dalam konteks mengisi kemerdekaan saat ini.

Pada 10 November 1961, Bung Karno pernah berkata, "Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, namun perjuangan kalian akan lebih sulit karena melawan bangsa sendiri."

Sebab tiap masa ada tantangan-tantanganya sendiri, tantangan kita hari ini bisa jadi bukan hanya melawan bangsa sendiri melainkan melawan diri sendiri. Kita terkadang tidak sadar bahwa bukan tidak mungkin ketika kita tidak mampu mengendalikan diri sendiri, kita justru menjadi bagian dari ancaman bagi orang lain (dan persatuan).

Maka mohonlah perlindungan kepada Allah, karna kejahatan diri jauh lebih berbahaya. Kita dapat mentadabburi makna dari surah Al-Falaq dan An-Naas dimana Imam Fakhruddin Ar-Razi dalam kitabnya Mafatih al-ghaib menyebutkan hikmah dari kedua surah tentang perlindungan tersebut.

Dalam Surah Al-Falaq kita meminta perlindungan kepada Allah menggunakan satu sifat-Nya saja dari tiga kejahatan orang lain, sementara pada Surah An-Naas kita menggunakan tiga sifat-Nya untuk berlindung dari satu kejahatan diri sendiri. Hal ini menggambarkan betapa lebih berbahayanya kejahatan diri sendiri daripada kejahatan orang lain.

Maka saat kita mampu mengendalikan diri sendiri saat itulah kita menjadi pahlawan bukan hanya untuk melindungi diri sendiri tapi juga melindungi orang lain.

← Sebelumnya Mengapa bukan mereka ? Berikutnya → Book Review : Jack Ma (Biografi)