2 December 2020 · 2 menit baca

GIS Story #2: John Snow, the First Geographical Analysis of Disease Data

GIS Story #2: John Snow, the First Geographical Analysis of Disease Data

Dalam analisis data geospasial terdapat metode analisis sederhana yang disebut dengan ‘Hotspot Analysis’. Metode ini sering diterapkan dalam bidang kesehatan, kriminal, hingga transportasi.

Metode ini diaplikasikan pertama kali oleh seorang dokter di Inggris bernama John Snow, untuk menginvestigasi penyebaran kasus kolera yang terjadi di London pada tahun 1854. Metode inilah yang kemudian berkontribusi dalam lahirnya sistem informasi geografis.

Epidemi kolera sendiri berawal dari India sejak dua abad yang lalu, dan kemudian menyebar ke Eropa melalui jalur perdagangan. Orang-orang pada saat itu meyakini bahwa kolera disebar melalui udara — teori yang dikenal sebagai Teori Miasma.

Sementara itu, Dr. John Snow meragukan teori tersebut. Ia melakukan penelitian dan mengamati adanya dua perumahan yang memiliki perbedaan signifikan pada tingkat kematian akibat kolera. Setelah diselidiki, ternyata kedua perumahan tersebut memiliki sumber air yang berbeda, di mana salah satunya telah terkontaminasi akibat kebocoran limbah. Penemuan itu kemudian digunakan untuk menguatkan hipotesisnya bahwa penyakit kolera ditularkan melalui air — meski para penganut teori miasma membantah hipotesis tersebut.

Pada tahun 1854 terjadi wabah kolera yang menewaskan 120 jiwa dalam waktu tiga hari di Soho, London. Dr. John Snow, yang meyakini penularan kolera melalui air, kemudian menggunakan peta untuk menggambarkan bagaimana kasus kolera berpusat di sekitar pompa air di Broad Street. Ia lantas meminta komite kesehatan untuk menghentikan operasional pompa air tersebut — dan wabah kolera pun mereda.

Hipotesis John Snow ini di kemudian hari menjadi landasan bagi para ahli untuk memahami lebih jauh mengenai penyebaran penyakit. Selain itu, metode investigasinya dengan menggunakan peta menunjukkan bahwa peta tidak hanya menjadi alat efektif untuk mengenali tempat, tetapi juga untuk menyelamatkan nyawa manusia.


Pertama kali dipublikasikan di Medium pada 2 Desember 2020.

← Sebelumnya What I Learned from Jack Ma Berikutnya → GIS Story #3: Jacub Rais, Bapak Geodesi Indonesia
Komentar
via GitHub