16 February 2026 · 2 menit baca

Memilih Atasan

Februari 2026 menandai empat tahun perjalanan karir saya di perusahaan ini. Sebuah fase dimana saya merasa seperti berada di zona nyaman, karena pekerjaan mulai terasa lebih mudah, hanya mengulang ritme tahun-tahun sebelumnya. Namun bulan lalu, saya memutuskan untuk mengajukan pengunduran diri.

Beberapa atasan di perusahaan menghubungi saya, bertanya mengapa saya mengambil keputusan itu, dan berusaha membujuk saya untuk bertahan. Saya hanya menyampaikan bahwa saya telah menerima tawaran di tempat lain, tapi di balik itu ada hal yang belum sempat saya sampaikan.

Secara rasional, sebenarnya saya punya banyak alasan untuk bertahan : Status saya sebagai karyawan tetap, reputasi perusahaan, promosi kenaikan level yang baru saya terima, serta motor dinas yang 10 bulan lagi akan jadi milik pribadi, bahkan jika saya menunda resign 1 bulan saja saya akan dapat THR.

Saya mengajukan pengunduran diri di bulan Januari dan di bulan februari ini saya masih bekerja seperti biasa, mengikuti prosedur perusahaan yaitu one month notice dan menyelesaikan administrasi, serta serah terima kerja kepada rekan di departemen. Namun setelah semua itu, ada seorang pimpinan yang mencoba menghalangi, seolah-olah saya memerlukan izin. Tetapi, saya memahami bahwa resign adalah hak saya untuk menentukan arah karir. Saya tidak perlu izin, karena resign adalah pemberitahuan.

Di sinilah saya menyadari bahwa bukan hanya atasan yang berhak memilih bawahan, tetapi bawahan pun memiliki hak untuk memilih pimpinan yang pantas bagi mereka.

Kilas Balik

Saya ingin mengulas perjalanan 4 Tahun di perusahaan ini.

Saya bergabung di perusahaan ini melalui program Graduate Trainee (GT/MT) pada tahun 2022. Saya mengetahui program tersebut melalui sosial media. Setelah melalui semua tahap rekrutmen, saya dikirim ke PT Wirakarya Sakti (WKS) di Jambi selama 5 bulan. Di sana saya mengikuti on the job training sebagai staff di seksi Forest Management and Information System (FMIS) di bawah Departemen Planning and Management (PMD) di kantor Regional Office Jambi. Terkadang saya support seksi lain seperti Tactical Planning, Forest Licence, dan Quality Accurance (QA) agar saya bisa mempelajari semua bagian di PMD sehingga ketika saya ditugaskan di Kalimantan Tengah saya bisa support dimanapun di PMD RO.

Meskipun masih berstatus trainee, saya selalu berusaha mengakselerasi diri dengan pencapaian-pencapaian berikut.

  1. Sertifikasi Tenaga Teknis Perencanaan Hutan dan Menjadi Top 10 peserta terbaik se Indonesia
  2. Memberikan training di Program Cadet
  3. Meraih Award 1st Best Graduate Training

(lanjut...)

Sebelumnya Finding the best version of yourself Berikutnya Ilusi Prokastinasi : Mengapa Otak Kita Suka Menunda dan Bagaimana Cara Mengendalikannya